Tuesday, November 24, 2009

Hidup itu tentang memilih untuk melakukan atau tidak melakukan...


Kalau dibilang hidup adalah pilihan, mungkin gue yang bakal teriak paling keras "SETUJUUU!!" sambil ngacung paling tinggi.

karena hidup memang pilihan.

pilihan untuk melakukan atau tidak melakukan.

pilihan untuk menghargai atau tidak menghargai kehidupan.

pilihan untuk berjuang atau menyerah.

pilihan untuk memlih ataupun tidak memilih.

setidak nya hal ini yang gue rasakan saat ini. di banyak hal.

untuk diri gue sendiri dan hidup gue. gue berfikir, untuk maju atau hanya menunggu. disekeliling gue (untung nya) banyak orang-orang yang penuh dengan impian--orang-orang yang sangat yakin bisa merubah mimpi menjadi kenyataan. dan gue bersyukur.

banyak hal yang bisa gue pelajari dari mereka semua.

satu hal yang gue sadari saat ini, bahwa semua tidak akan berlangsung selamanya. suatu saat gue pasti akan kehilangan satu persatu dari mereka, karena nya, gue harus belajar dan menangkap dengan cepat tentang bagaimana merubah mimpi menjadi kenyataan.

ketika gue memahami bahwa hidup adalah pilihan, maka hidup akan menjadi penuh dengan pertimbangan. dan terkadang banyak hal yang salah yang dijadikan pertimbangan untuk mengambil sebuah keputusan, pertimbangan bahwa kita tidak sebaik yang kita harapkan, padahal kita jauh lebih baik daripada yang kita impikan... hehheee... setidak nya itu yang gue rasakan sekarang.

dulu, gue sering banget ngerasa kalau gue bukan siapa-siapa, ga bisa ngelakuin apa-apa, yaah... intinya im not special enough... tapi...

setelah gue mencoba membuka diri dan mengenal lebih banyak orang,,,
gue seperti mendapatkan kan sebuah cermin yang bisa menampakan siapa wujud gue dengan sangat objektif. semoga.

gitu juga buat lo. siapapun diri kita, harus yakin bahwa Tuhan ga bakal pernah menciptakan sesuatu yang ga penting dan istimewa. dan perlu diingat bahwa kita semua adalah indah. menjadi indah ditempat yang berbeda tentu nya... seperti kaktus di padang pasir, karang ditengah laut dan jati di tengah hutan hujan.

hidup adalah pilihan...
akan menjadi hidup yang indah ketika kita memilih

untuk melakukan sesuatu

untuk menghargai kehidupan.

untuk terus berjuang.

dan untuk memilih sesuatu yang seharus nya dipilih.

2 comments:

  1. Menghargai Kehidupan

    Pada suatu ketika, ada seorang pemuda yang hidup sebatangkara merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Ia merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti akan hidupnya lagi.

    “Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja hiduku ini,” katanya dalam hati. Maka disiapkannyalah seutas tali, ia berniat mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di sebatang pohon.

    Pemuda itupun lalu menuju sebuah pohon besar yang ada di tengah hutan. Saat melihat gelagat dari pemuda tersebut, pohon itupun menyela dengan lembut. “Anak muda yang tampan dan baik, tolong jangan menggantung dirimu di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini.”

    Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi mendatangi pohon lain yang tidak jauh dari situ. Saat akan bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih dari si pohon, “Hai anak muda, lihatlah di atas sini ada begitu banyak lebah yang sedang mengerjakan sarangnya dengan tekun dan rajin. Jika kamu ingin mengakhiri hidupmu, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah-lebah itu yang telah bekerja keras membangun sarangnya tetapi tidak dapat menikmati hasilnya jika kamu tetap maksanakan niatmu di dahanku.”

    Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda kembali berjalan mencari pohon lain. Kembali kata yang ia dengar dari pohon berikutnya tidak jauh berbeda, “Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh, tolong jangan mati di sini.”

    Sejenak si pemuda termenung dan berpikir, “Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain”.

    Segera timbul kesadaran baru dalam hatinya. “Aku manusia, masih muda, kuat, dan sehat. Apakah pantas aku melenyapkan kehidupanku ini? Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik dan bisa bermanfaat bagi makhluk lain”.

    Dengan perasaan tenang dan penuh semangat, Ia kemudian pulang kembali menuju rumahnya. Dalam hatinya ia menyadari sebenarnya kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan jika mau menghargainya. Dengan terus mengisi kehidupan dengan optimisme, penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta mampu bergaul dengan manusia lainnya, maka tidak akan ada yang sia-sia dalam hidup ini.

    ReplyDelete
  2. Wah.. terimakasih banyak atas ceritanya, Pak Heri... :)

    ReplyDelete