Tuesday, November 6, 2012

Puisi Untuk Tuan yang Entah Di Mana




Aku hanya ingin kau tau bahwa aku menunggu mu...
Dengan sendiri yang setia menemani,
dengan sepi yang sering menjenguk atau bahkan menghampiri.

Aku hanya ingin kau tau aku menunggu mu...
Seperti menghitung tetes air di musim penghujan,
seperti menemukan jalan dalam belantara hutan.

Aku hanya ingin kau tau aku menunggu mu...
Sambil bercerita cinta kepada diri sendiri,
sambil bernyanyi bersama rindu yang sunyi.

Aku hanya ingin kau tau aku menunggu mu...
Dengan tetap menyalakan radar di hati,
dengan tetap mengukir senyum walau sulit setengah mati.


Seperti apa dirimu, aku tak tahu.
Tapi mungkin benar, aku telah jatuh cinta kepada mu bahkan sebelum kau menemukan aku.

Bagaimana kau bisa membuatku menunggumu? bagaimana kau bisa membuatku mengabaikan mawar-mawar yang datang silih berganti untuk ku?

Bagaimana kau bisa membuatku terus terpaku menunggu semu dan bayangmu ada di depan ku?

Apakah aku harus bertahan, wahai tuan yang entah dimana?

Apakah radar hatiku rusak hingga aku belum mampu menemukan mu hingga detik ini?

Apakah kau memang ada untukku?

Bisakah kau tahu puisi ini untuk mu?

Jika iya. Balaslah. Dan mungkin aku akan membacanya dan tahu bahwa sesungguhnya kau telah menemukanku.

5 comments:

  1. salam kenal;
    http://umarazmar.blogspot.com/

    ReplyDelete
  2. Puisi Untuk Tuan yang Entah Di Mana ???
    atau; tuan yang entah siapa ?????
    atau bahkan; tuan yang entah (seluruh kata tanya) ??
    sama2,.. ditunggu kunjungan baliknya yaaa.. :D

    ReplyDelete
  3. Udah... blog kamu bagus :D... tapi bingung nyari tobol follownya... kecanggihan sih!! Hee...

    ReplyDelete
  4. jodoh.. hmm mungkin jodoh kamu lagi pacaran sama jodohnya oranglain..

    ReplyDelete