Thursday, August 16, 2012

Wanita

17 Agustus 2012.

Saya ingin menulis lagi.


Sepertinya kepala saya ikut merayakan kemerdekaan dan kebebasan atas segala hal yang terpendam:

... adalah cerita untuk dituliskan....



Para wanita, mungkin kalian pernah merasakan hal ini; ketika kita bisa menerima bahwa kita memanglah bukanlah wanita yang sangat cantik, sangat pintar, sangat terkenal dan sangat menarik, tapi kemudian kalian sangat yakin bahwa apapun bentuk kita beserta kehidupan yang kita miliki, kita adalah wanita yang layak untuk diperjuangkan!, pernahkah?





Entah. Mungkin tanpa saya sadari saya mendoktrin pikiran saya untuk mempercayai suatu hal:


"Ketika kamu harus mencintai seorang lelaki, maka cintailah lelaki yang memperjuangkan mu"


Ya. Bantahlah itu sesuka kalian, tapi saya akan selalu membenarkannya setidaknya untuk diri saya sendiri. Saya tidak terlalu takut untuk tidak menjadi cantik, tidak populer, tidak menarik. Saya tidak terlalu takut untuk tidak menjadi itu semua. Saya takut ketika saya tidak bisa menjadi diri saya sendiri.

Terkadang, saya dinilai terlalu acuh.
Terkadang, saya dinilai terlalu tolol dan konyol.
Terkadang, saya dinilai terlalu dingin.
Terkadang, saya dinilai terlalu mudah untuk ditertawakan.
Terkadang, saya dinilai terlalu penakut.

Terlepas dari semua penilaian itu, saya menilai bahwa saya pantas untuk diperjuangkan. Bahwa semua wanita di dunia ini dengan segala kekurangan dan kelebihannya adalah mahkluk yang pantas untuk diperjuangkan. Lalu "perjuangan" seperti apa yang diharapkan oleh para wanita?

Untuk saya pribadi, saya merasa diperjuangkan ketika:

saya dihargai,
saya dilindungi,
saya dihormati,
saya ditemani,
saya disayangi,

ketika saya merasa nyaman dan tenang berada di sisi seseorang. Tidak merasa aman tanpa sedikitpun khawatir untuk menjadi diri sendiri. Tidak merasa ketakutan untuk mengatakan isi perasaan di hati. Dan tidak merasa sendiri ketika menemukan masalah yang harus dihadapi.


Bukankah laki-laki memang selayaknya bisa diandalkan?


Di beberapa waktu dalam hidup saya, saya pernah merasa sangat disayangi, pernah merasa sangat dilindungi, pernah merasa sangat dihargai, tapi... kemudian saya menyimpan dan meyakini satu kalimat lagi:

... bahwa sebaik-baiknya wanita adalah ia yang mampu menjaga dan menyimpan perasaannya...


Saya menghargai emansipasi, tapi saya tidak pernah ingin memperluas makna emansipasi itu dalam hal "wanita menyatakan perasaan kepada lelaki", tidak, Itu hal paling tabu bagi saya. Saya percaya Tuhan, dia yang memberikan saya perasaan, dan itu pasti dengan tujuan. Dan saya yakin Tuhan yang paling tahu akan diapakan perasaan yang saya miliki ini. Saya memilih menunggu. Menunggu untuk diperjuangkan. Atau menunggu perasaan ini mmenghilang dan belajar dari semua yang pernah dirasakan.



Hai wanita, siapapun kamu dan bagaimanapun kehidupan yang kamu jalani, bisakah kali ini kamu percaya bahwa kamu adalah salah satu ciptaan terindah milik Tuhan? Mungkin benar ketika banyak orang menyamakan wanita dengan bunga. Semua bunga indah, dengan segala warna, bentuk dan keunikannya masing-masing. Bunga tetaplah bunga. Sekalipun tumbuh di rerumputan, padang pasir yang tandus, dasar laut yang dalam, bunga akan tetap menjadi bunga. Dan akan selalu memiliki pemaknaan positif dan terkorelasi dengan kata keindahan. :)






Saya membuat tulisan ini karena cukup banyak wanita disekeliling saya dengan sadar atau tanpa sadar merendahkan dirinya. Terlalu takut untuk keluar rumah tanpa make up. terlalu takut untuk tidak diperhitungkan. Terlalu takut untuk menjadi dirinya sendiri. Jangan pernah membandingkan kehidupan kita dengan orang lain. Itu tidak akan pernah menjadi sikap yang bijak. Belajarlah untuk menghargai kehidupan kita sendiri. Seperti apa dan akan menjadi apa kita nantinya bukankah hanya kita dan Tuhan yang paling mengerti?


Terakhir, saya hanya ingin menuliskan (lagi) :
"Siapapun kalian, kalian indah dan akan selau pantas untuk diperjuangkan"

(^__^)9



No comments:

Post a Comment