Thursday, November 17, 2011

HAMPA




Semakin lama semakin hampa.
Kata demi kata minggat ke luar kepala.

Semakin hampa,
karena rasa membaur tanpa makna


Aku bisa apa ketika kata demi kata minggat dari kepala karena aku kehilangan banyak rasa.
Rasa yang biasanya berloncat-loncat, yang kemudian didefinisikan oleh kata yang liar menjalar dalam sebuah tulisan--kini selesai.

Tak ada rasa yang singgah. Kosong lah hati menyisakan gundah.

Rasa yang tersisa hanya memerlukan satu kata, tak perlu banyak, karena semakin rasa ini dijelaskan hanya semakin dalam kegelapan sepi ini.

Rasa yang ingin ku usir dalam benak dan kepala. Tapi aku tak ingin kehilangan banyak kata lagi!! Biarlah kali ini kurasa 'rasa' itu, agar aku masih memiliki kata, walau itu adalah HAMPA.

Friday, November 11, 2011

APA YANG DIINGINKAN SETIAP MANUSIA DI USIA SENJA?



Saya diberitahu oleh sahabat saya. Dia khawatir melihat kondisi saya setelah tahu penyakit ini. Dia bilang, “Mungkin memang benar penyakit ini diberika Tuhan untuk kamu, dan Dia berhak untuk menentukan jalan hidup kamu. Semua terserah Tuhan… dan tugas kita berserah… berserah, bukan terserah…”
-seorang Bapak, yang belum sempat saya tanyakan siapa namanya-


Pagi itu di stasiun Gambir pukul 07.45 WIB, saya menunggu kedatangan kereta saya yang dijadwalkan tiba pukul 08.45. Di awali dengan sebuah sapaan biasa. Lalu membagi cerita yang luarbiasa
B : Selamat pagi, apa bangku ini kosong?
S: Silahkan Pak 
B: Mbaknya menunggu kereta kemana?
S: Yogyakarta. Taksaka Pak. Bapak?
B: Oh, saya menunggu kereta ke Bandung. Mbaknya asli Jogja?
S: Ah,, saya bingung jawabnya apa Pak… saya sempat 4 tahun di Jakarta, tapi semenjak kuliah saya menetap di Jogja. Kesini karena ada panggilan kerja Pak. Bapak sendiri asli sini?
B: Tidak. Rumah saya di Bandung. Saya habis jenguk istri, istri saya kerja di sini jadi saya harus pulang-pergi Jakarta-Bandung.
S: Oh… Istri bapak kerja di Jakarta, Bapak kerja di Bandung? *dengan sok tahunya*
B: Ah,,, enggak Mbak… saya pengangguran, tidak bekerja .
S: *Aduuuuhhh nisaaa… salah nanya kan lo…* *cengar-cengir dan tersenyum*
B: Dulu saya bekerja, tapi semenjak saya sakit, saya dilarang bekerja oleh dokter…
S: *menanyakan penyakit bukan suatu ide yang bagus, jadi saya sempet bingung mau merespon apa. Dan akhirnya, lagi-lagi sok tahu....* aaaah… mungkin memang sudah saatnya bapak istirahat, menikmati waktu-waktu saat ini bersama anak dan cucu Pak… 
B: Saya tidak punya anak Mbak…
S: *(0.o) heeh?!! Aduuuh saya salah lagi nanyanya!! Rasanya pengen lompat ke rel kereta!* ah… gitu ya Pak… ahahahaa… *tertawa maksa*
B: Iya,,, saya pengangguran dan tidak punya anak. Jadi dari hari senin sampai kamis saya bujangan, jumat sampai minggu waktu saya untuk nyonya (nyonya=istri)
S: Oh.. begitu… hehehe… *dua kali salah nanya, saya lebih berhati-hati*
B: Mbaknya lulusan mana? UGM?
S: Iya Pak… hehee…
B: Jurusan Apa?
S: Hukum Pak…

Lalu perbincangan kami terus berlanjut dengan tanya-jawab seputar keluarga. Saya menjawab seperlunya, tapi tidak dengan si Bapak. Terkadang saya berpikir apa yang ia sampaikan terlalu pribadi untuk dibagi kepada orang asing yang baru ia kenal beberapa menit di stasiun seperti saya.

B: Kenapa tidak lanjut s2? Ayah kamu mampu tho membiayakan kamu?
S: Hehe… Tapi saya ingin bekerja dulu Pak. Kalaupun nanti saya diberi kesempatan untuk lanjut s2, saya ingin membiayai nya sediri Pak. Hehehe…
B: Yah… apapun jalan pikiran kamu, mungkin itu yang terbaik buat hidup kamu, walau saya pikir akan lebih baik kamu melanjutkan S2 dibanding bekerja. Tapi… terkadang, sesuatu yang menurut orang lain suatu kesempatan emas, bagi kita malah tampak biasa-biasa saja buat kita kan? Mungkin di sisi lain banyak temanmu yang ingin melanjutkan S2 tapi terhalang biaya dan terpaksa bekerja, tapi kamu malah sebaliknya… tapi itu pilihan kamu, teruskan saja. *si Bapak tersenyum*
S: *mengangguk-angguk* hehehe… iya Pak, mohon doanya biar tes ini saya bisa lulus.
B: Yah *sambil mengangguk-angguk* kalau nanti kamu lolos, bekerjalah dengan sungguh-sungguh, karena ini jalan yang kamu pilih. Tapi kalau belum lolos jangan putus asa dan minder. Tuhan sudah punya garisan untuk setiap rezeki manusia. Terus mencoba dan berdoa pokoknya!

S: hahaha… iya Pak…
B: Kalau nanti diterima, berarti siap-siap jauh sama pacar ya… kaya Bapak dan nyonya *si bapak tertawa*
S: Aaa,,, itu… saya belum punya pa..ca..ar.. paa..k.. hehehe…
B: OYA?! Kamu yakin?! Seleksi ketat ya tampaknya…
S; Aaa,,,aaa,,, bukan seleksi ketat Pak.. tapi emang blm ada yang diseleksi… *miris*
B: Kenapa?
S: Kenapa apa Pak?
B: Apa yang salah?
S: Haaa? Apa yang salah gimana Pak? Emangnya kalau enggak punya pacar suatu kesalahan ya Pak? *tertekan*
B: HAHAHAHAA… dengarkan ini ya… hidup, mati, jodoh, itu sudah ada yang atur! Tidak ada yang salah degan kondisi kamu saat ini! Percaya saja Tuhan sedang mempersiapkan yang terbaik untuk kamu, asal kamu yakin!!
S: *senyum sumringah* amiiin Pak.. hehehe…

Lalu perbincangan kami melanglang buana kesana-kemari… tapi di setiap sesi tanya-jawab ini si Bapak selalu memancing saya untuk bertanya tentang penyakitnya..

S: Maaf Bapak, kalau boleh saya tahu, bapak sedang sakit apa?
B: hmm… ada infeksi di pancreas saya. saya tidak ingat istilah kedokterannya. Saya harus menjalani oprasi tujuh kali agar infeksinya tidak menyebar hahhaa…
S: *Bingung harus merespon seperti apa* *kenapa bapaknya malah ketawaa???*
B: Penyakit yang datang tiba-tiba… karena penyakit ini saya harus berhenti bekerja dan membiarkan istri saya yang bekerja… yah… tapi itu sudah digariskan oleh Tuhan, saya bisa apa. Hem… Ada hal yang ingin saya beritahu kamu, inipun saya tahu dari teman saya. Ceritanya dia khawatir melihat kondisi saya setelah tahu penyakit ini. Dia bilang, “Mungkin memang benar penyakit ini diberika Tuhan untuk kamu, dan Dia berhak untuk menentukan jalan hidup kamu. Semua terserah Tuhan… dan tugas kita berserah… berserah, bukan terserah…”
S: Hmm…
B: Beberapa tahun yang lalu, saya sering berlibur ke Jogja bersama istri saya. kami wisata kuliner, memburu novel-novel bekas yang berbahasa Inggris,, setiap minggu. *sambil tersenyum dengan mata menatap sendu ke depan*
Saya hanya bisa tersenyum dan menyediakan telinga dan perhatian kepada bapak tersebut. Mungkin memang itu yang dia perlukan saat ini—didengar.
B: Tapi itulah hidup. Berputar. Dan selalu ada tempat bagi yang cukup pintar untuk tetap menikmati segala kondisi dengan bersyukur.
S: Iya Pak…


Tak lama kereta saya datang. Saatnya berpamitan dengan sosok di sebelah saya yang bahkan saya tidak tahu siapa namanya.
Di dalam kereta, sembari memperhatikan semua objek yang bergerak tertinggal di luar jendela, saya berpikir:
Apa yang diharapkan seorang manusia di usia senjanya? Duduk di teras rumah memandangi kebun bunga kecil perkarangannya, menyeduh the dan berbagi cerita dengan pasangan senjanya. Menunggu kedatangan anak-anaknya yang beranjak dewasa; memandang senyuman cucu-cucu yang tertawa, menangis ataupun menari lincah. Iya, hal-hal sederhana yang luar biasa seperti itulah yang diharapkan setiap manusia di usia senjanya. Tapi, bagaimana dengan Bapak tadi… bahkan dia tidak memiliki kesempatan untuk memimpikan itu semua. Pasangan yang selalu ada di sampingnya, anak-anak, apalagi gelak ceria polos cucu dan keturunan lainnya. Di usia senja ia harus bertarung dengan penyakit pangkreasnya. Jauh dari istri tercinta. Dan tidak memiliki anak untuk berbagi sakit yang mungkin ia rasa”





Sepersekian menit pikiran saya kosong. Menghela nafas panjang berkali-kali, memikirkan kesepian yang mungkin dirasakan si Bapak. Kemudian saya tersenyum , dan kembali mennghela nafas,,,

“Tuhan, inikah caraMu bercerita kepada ku? Aku berpikir untuk memahami seberapa kuat manusia yang kutemui tadi. Mungkin dalam hidupnya tak ada kesempatan untuk memimpikan kesederhanaan harapan di masa tua, tapi selalu ada kesempatan baginya untuk bahagia menikmati hidupnya… bersyukur. Dia tersenyum mungkin dalam sedih dan lemah yang ia miliki Tuhan, tapi Kau kuatkan dengan iman yang kuat dan rasa syukur yang besar di hatinya. Dan dia pasti menjadi salah satu manusia yang bahagia dengan kesederhanaan Mu ini. Kesederhana manusia tua, kesederhanaan dalam bentuk lain. Iya Tuhan. Dia bahagia.”

Monday, October 31, 2011

Adele - Lovesong

KOREA

Jigeum mannareo gamnida (I'm Going to Meet Her Now) 지금 만나러 갑니다 - Kim Bum


Friday, October 14, 2011

Meraba Kata "CINTA"




Tulisan ini saya dedikasikan untuk dua sahabat saya yang sangat ingin namanya disebut di dalam blog saya : Tutut Dwi Putranti a.k.a Tutuy; dan Fitria Noer Azizah a.k.a Ciro. Atas pertemuan yang aneh sore ini, atas kebimbangan yang hadir dalam mengartikan 'cinta' yang terlalu dirumitkan.


Aku tidak mempunyai kata yang bisa melayangkan sebuah makna akan sebuah kata yang kau tanya...
Aku tidak mempunyai cukup waktu untuk membagi rasa atas sebuah perasaan yang kau rasa...
Aku tidak mempunyai cukup keyakinan bahwa aku akan mendefinisikan satu kata "rasa" itu dengan tepat

Tapi aku cukup mempunyai keyakinan bahwa aku memilikinya.


dan akan kuusahakan agar jariku meraba kata untuk mejelaskan apa itu CINTA.



Pernahkah kau menyadari bahwa di dunia ini ada sepasang malaikat yang sangat mencintai mu. Malaikat yang selalu tersenyum ketika melihat mu tersenyum bahagia, dan menangis saat kau merenung dalam kesedihan?
Saat kau lahir di dunia, maka tanpa ia bertanya tentang apa yang akan kau berikan kelak kepadanya, ia mengasihimu dengan tulus cintanya.

Mereka berusaha sekuat tenaga memenuhi apa yang kau butuhkan,
Mereka berusaha sekuat tenaga untuk meletakan kebanggan di atas hidupmu dengan penuh keyakinan,
Mereka berusaha sekuat tenaga (bahkan) untuk menyamankan mu dengan dirimu sendiri untuk melahirkan kepercayaan.

Mereka begitu bukan karena suatu tujuan...

Mereka begitu karena suatu alasan...

dan alasan itu CINTA.


Rentang waktu yang berjalan, kau akan menemukan sosok lain yang berjalan beriringan dengan diri mu...
sosok yang membagi mimpi dan sedihnya kepada mu...
sosok yang menepuk pundak mu untuk menguatkan kala ragu mengganggu

Sosok itu kau sebut dengan sahabat.

Mereka akan berjalan menemani mu,
merangkul saat kakimu terasa goyah akan lelah,
dan menarik lengan mu saat langkah mu bimbang dan kepercayaan terbelah.

Mereka menemani mu dalam suka dan duka...
Mereka membagi tawa dan canda,,,

Kau dan sosok itu akan saling mengajarkan CINTA.



Kemudian, kau akan menemukan seseorang yang tersenyum hanya untuk dirimu
Seseorang yang hanya diciptakan SATU untuk menemani sisa hidupmu

Dia yang telah diajarkan CINTA oleh malaikatnya untuk mencintaimu

Dia yang telah mengenal CINTA untuk ia kenalkan pada dirimu.

Dia yang telah diciptakan dengan CINTA-Nya untuk memeberimu cinta.

Lalu ketika pada akhir perabaan kata ini kau bertanya; lantas apa itu Cinta?

Mungkin aku hanya bisa menjawab; Cinta adalah rasa tanpa ragu untuk saling melindungi, menyayangi, mengasihi tanpa tujuan, namun dengan satu alasan yang pasti: CINTA.


*Note: Cinta bukan mainan yang bisa dijadikan untuk pelarian sepi. Cinta itu tentang memahami. Cinta itu tentang berbagi. Cinta itu tentang saling mempercayai. Cinta itu selayaknya sejati; tanpa pamrih; dan tak terbagi.

Thursday, October 13, 2011

Priscilla Ahn - Dream



I was a little girl alone in my little world who dreamed of a little home for me.
I played pretend between the trees, and fed my houseguests bark and leaves, and laughed in my pretty bed of green.

I had a dream
That I could fly from the highest swing.
I had a dream.

Long walks in the dark through woods grown behind the park, I asked God who I'm supposed to be.
The stars smiled down on me, God answered in silent reverie. I said a prayer and fell asleep.

I had a dream
That I could fly from the highest tree.
I had a dream.

Now I'm old and feeling grey. I don't know what's left to say about this life I'm willing to leave.
I lived it full and I lived it well, there's many tales I've lived to tell. I'm ready now, I'm ready now, I'm ready now to fly from the highest wing.

I had a dream

Monday, October 10, 2011

VISUALISASI MIMPI

Manusia berencana, Tuhanlah yang menentukan.
Semacam petuah, atau mungkin sebuah hukum yang harus kita pahami.


Sebuah nasihat yang membantu kita menghapus kecewa ketika kita dititik "gagal".

Malam ini saya mengingat-ingat kembali apa yang telah Tuhan tentukan atas hidup saya-- hidup yang tak pernah saya rencanakan dengan baik.

Teman-teman dekat saya paham tentang ini; tentang saya yang tidak pernah terlalu memiliki ambisi akan suatu hal apapun. Saya yang terlalu pasrah. Saya yang terlalu mengikuti apa keputusan Tuhan nantinya.

Tapi tidak untuk saat ini. Kedewasaan dan menuanya umurlah yang mengaharuskan saya untuk mulai merencanakan apa yang saya ingin wujudkan, dapatkan dan rasakan di kehidupan saya mendatang. Saya, dan kalian semua tentunya, sudah seharusnya memiliki mimpi dengan alur yang jelas agar Tuhan tahu apa yang sebenarnya kita butuhkan.

saat menulis ini, umur saya telah 22 Tahun 2 Bulan 5 Hari. Dan saya mempunyai mimpi yang ingin saya bagi:



Keinginan saya yang terbesar saat kuliah di Fakultas Hukum UGM adalah memiliki buku sendiri... saya selalu berharap akan ada penerbit yang mau berbaik hati untuk membukukan blog saya,,, tapi ternyata penerbit itu tak kunjung datang,,,

Tapi,,, tidak ada penerbit bukan berarti saya enggak bisa punya buku sendiri kan?! akhirnya saya membukukan catatan mata kuliah konsentrasi saya,,, saya cetak covernya sendiri,,, dan walaupun diterbitkan sendiri,,, tapi udah banyak tuh yang minjem dan fotocopy,,,
Walau belum bisa nerbitin buku sendri, tapi tulisan kita bisa bermanfaat buat orang lain, kebahagiaannya sama kok!!

Hei... pada akhirnya doa saya didengar,,,!! walau bukan buku sendiri, tapi saya diberi kesempatan oleh kampus untuk menyusun buku sejarah 65 Tahun Fakultas HUkum UGM... Yes!! That's my first book... BANGGA!! HAhahaha

Semoga suatu sata nanti tulisan saya bisa bermanfaat untuk lebih banyak orang lagi! AMin.





Suatu saat nanti,,, secepatnya,,, saya ingin logo di atas terpampang di baju-baju yang dikenakan orang banyak. Menyenangkan bisa bermafaat bagi orang banyak,,, untuk itu, saat ini saya dengan modal "mari mencoba" memberanikan diri untuk membuat online butik CUSTOMIZE [ silahkan klik link annisa-amorfia.blogspot.com ] yang memungkinkan semua orang untuk memesan baju impian mereka. Satu setengah bulan sudah bisnis ini berjalan. Kebanyakan memesan karena memiliki ukuran badan yang sulit mencari ukuran baju yang pas. Ada yang memiliki badan terlalu kecil, ada yang terlalu besar,,, dan syukurlah saya dan partner kerja saya [@gitragitra ,twitter.] sudah menghasilkan hampir dua puluh pesanan. :)
Bahagia banget kalau konsumen bilang "Wow,, bajunya pas banget di aku"

Sudah seharusnya semua orang bisa merasa nyaman dengan dirinya kan? tanpa harus terbentur dengan ukuran tubuh...



Mimpi saya yang lainnya; secepatnya ketika bisnis ini berkembang dan maju saya ingin memiliki website yang memungkinkan wanita--siapapun--dapat saling berbagi tentang apa saja yang membuat para wanita menjadi nyaman dengan dirinya. Tentang fashion, sosial, kehidupan sehari-hari, apapun itu,,, Karena saya wanita, saya tahu wanita sangat suka berbagi, apapun itu bahkan gossip sekalipun ;p





Saya selalu percaya, dengan memvisualisasikan mimpi kita, maka mimpi kita akan semakin cepat tesampaikan kepada Alam semesta. Saya suka menggambar, menghayal dan tentunya menulis. Jadi mungkin tulisan inilah yang menyatukan segala apa yang benar-benar saya inginkan melalui apa yang benar-benar saya sukai--menggambar, menghayal dan menulis.

Teman,, saat mimpi kita belum tercapai dalam sebuah usaha dan doa yang maksimal, bukan berarti Tuhan tidak mendengarkan doa dan harapan kita. Hanya saja Tuhan sedang mengajarkan kita bagaimana kita bisa terus bermimpi dalam segala cara yang bisa kita lakukan. Contohnya saya; saya lulus bulan Mei dan sampai sekarang belum dapet kerjaan... awalnya saya pikir semua perjuangan saya kuliah dengan nilai yang saya perjuangkan mati2an sia-sia... Mimpi saya untuk berpenghasilan 6.800.000/bulan tidak kesampaian... [note: angka 6,8 juta didapat begitu saja,,, hehehe...]



Tapi hey!! coba coba balik pemikiran saya... Tuhan belum memberikan pekerjaan "kantoran" kepada saya, tapi Tuhan memberikan banyak waktu luang bagi saya untuk mengerjakan mimpi saya yang lainnya. Membuat Online Butik. Dan pada akhirnya saya dan Kakak angkatan saya merintis online butik impian kita... online butik yang membantu mewujudkan baju impian pemesannya... sungguh mulia bukaaan? :D hahahaa

Tapi dari itu semua... Hal yang paling ingin saya wujudkan segera dan selamanya dalam hidup saya adalah membahagiakan dan membanggakan kedua malaikat yang ada dalam hidup saya.

Ibu dan Papah.


Siapapun yang membaca ini, tolong amini ya...

tertanda,

Annisa Rahmah



*semoga Tuhan juga membaca ini.