Friday, September 16, 2011

Uji Coba Cotton shawl...

Tuhan dan Dunia 140 Huruf


Sebuah kicauan @annisarahmah

Apakah di sana, entah di mana, Tuhan mempunyai akun twitter?

Apakah suatu saat nanti, entah kapan, Tuhan akan me-reply, atau sekedar me-retwitt doa-doa atau cacian yang tertulis dalam setiap update-an status twitter?


Saya, katakan saja, cukup beruntung hidup di jaman di mana orang-orang sangat terbuka untuk mempublikasi hal-hal kecil dari kehidupannya secara cuma-cuma. Cukup beruntung bagi saya untuk dapat belajar, setidaknya memahami kesederhanaan kehidupan. Kehidupan sederhana yang sering dirumitkan oleh pemikiran manusia itu sendiri.
Dunia yang mengijinkan manusia menceritakan hidupnya dengan sederhana.
Hanya dengan 140 karater huruf.

Twitter.

Apakah Tuhan memiliki akun twitter? Apakah kerumitan akan kepercayaan beberapa insan terhadap keberadaan Tuhan bisa terjawab dengan sederhana ketika Tuhan memiliki akun twitter. Sempat saya berpikir, mengapa tidak Tuhan turunkan saja wahyu-wahyuNya melalui status twitter. Agar tidak ada lagi manusia-manusia yang mengakui titisan nabi. Agar tidak ada lagi manusia yang mengkultuskan dirinya sendiri. Agar tidak ada lagi manusia yang menyatakan kesempurnaannya akan sebuah kebenaran yang sesungguhnya tidak benar sama sekali. Mungkinkah?

Apakah bumi semakin sepi? Ketika manusia, termasuk saya, memilih untuk berbagi dalam dunia semu, berkicau dalam rangkaian huruf untuk menghujam waktu daripada bertatap muka dan berkisah cerita seru. Apakah kesendirian saat ini menjadi terlalu kuat untuk mengikat kebebasan manusia untuk berbagi dan menciptakan kebersamaan yang nyata? Waktu untuk sekedar berbicara sudah tidak relevan di zaman ini ternyata. Bekerja dan hidup untuk diri sendiri.

Berlebihankah ketika saya menggambarkan twitter itu semacam ruang pelarian bagi mereka yang sendiri namun ingin tetap “merasa” dalam keramaian. sebuah dunia yang memungkinkan saya bisa melihat siapa saja yang cukup berani berterus terang untuk menyamakan dunia mayanya dengan dunia nyata yang mereka miliki. Bagi saya, twitter adalah sebuah kerumuan; seperti pasar. Di mana ketika saya membuka nya selalu saja membuat saya sadar; betapa hebat Tuhan menciptakan kehidupan manusia yang luar biasa beragam dalam sebuah pikiran yang sama sekali tak seragam pula.
Harapan selalu datang dipagi hari, begitu juga di dunia semu ini. Harapan dan doa akan berserakan berderet di timeline twitter. Ada yang meminta kemudahan kepada Tuhannya, ada yang lebih memilih meminta kekuatan. Siapa yang paling benar tidaklah penting. Apapun yang di minta setidaknya mesinyalkan bahwa mereka masih sadar memiliki Tuhan untuk dipinta.

Mereka berubah hanya dalam hitungan jari satuan jam. Mereka yang meminta menjadi sangat pintar untuk menyalahkan apapun yang bisa mereka salahkan; Panas, hujan, kesibukan bahkan kebosanan akan keluangan waktu! Tak ada kondisi yang pantas dinikmati sepertinya. Tak ada lagi puji untuk Tuhan yang mereka ploroti di pagi hari.
Malam yang menyudahi siang ternyata tak menyudahi galau. Masih saja manusia tidak kehabisan bahan menyalahkan keadaan. Beberapa cupid gila sepertinya lepas berkeliaran di malam hari menembakan sesuka hati panah asmara mereka. menghamburkan semua rasa yang tertata menjadi kusut tak karuan. Kini bukan alam sebagai kambing hitam. Tapi cinta. Ada yang merasa dikhianati, ada yang merasa terlalu dicintai, adanya yang merasa terlalu sepi dan ada yang memilih untuk membenci diri sendiri. Kemudian, lagi, Tuhan yang dicari.

140 huruf; mereka merangkai kata, rasa dan do’a.

Setidaknya dunia kicauan ini lebih jujur: Kita bisa me-retwitt sesuka kita atas 140 huruf yang kita suka dan setujui. Kita bisa mengomentari sesuka hati kita walau tidak ada yang meminta untuk berkomentar. Kita bisa me-follow sosok yang kita sukai sesuka hati. Kita bisa mem-block akun siapapun yang tidak kita inginkan dengan kebebasan yang penuh. Sederhana. Dunia 140 huruf yang luar biasa. Bebas. Dan saya belum menemukan batasnya.

Ada ruang saling berbagi di dunia ini. Saling mencintai. Saling menasihati. Dan saling menggurui.

Di mana Tuhan dalam dunia 140 huruf ini?
Adakah dari milyaran akun twitter, satu menjadi milikNya? Atau setidaknya dioprasikan oleh malaikat sebagai adminnya?


Ada sebuah kepercayaan dalam diri pribadi bahwa Tuhan membaca semua kata yang tersusun dari 140 huruf itu. Dari pagi hingga berganti hari. Dengan atau tanpa akun twitter atas nama @TUHAN , @ALLAHSWT, @YESUS, @BUDHA atauapun sesuatu yang “MAHA”, dunia 140 huruf ini tidak lebih nyata dari dunia yang kita miliki.

*Tuhan dan Dunia 140 Huruf sudah tidak dipermasalahkan lagi.

Sunday, August 21, 2011

Sebuah "Seandainya saja"


Seandainya saja kita bisa lebih jujur dengan perasaan cinta kita, lebih jujur dengan apa yang sebenarnya kita rasakan.

Seandainya saja kita bisa meyakinkan diri sendiri bahwa sesungguhnya ucapan dan penilaian orang lain atas hidup kita hanyalah "sebuah penilaian", bukan sebuah penilaian yang mutlak akan kebenarannya.

Seandainya saja kita tidak terlalu picik untuk terus mengejar sebuah idealita yang sesungguhnya hanya menjadi angan dalam kehidupan nyata.


Semua "seandainya saja" ini adalah nasihat untuk diri saya sendiri; atau mungkin kalian yang merasakan kesesakan serupa atas penantian harapan yang terlalu sempurna.

Saya bercermin dari seorang teman. Saya mengamati hari ini. Saya menganalnya cukup baik. Dan saya tahu saat ini ia sedang tidak baik...
Sejak kemarin, status Facebooknya terus-menerus ia update. Dari statusnya, ia ingin mengatakan bahwa saya bahagia, saya beruntung, saya dicintai dan mencintai, dan sayang ingin semua orang tahu bahwa saya bahagia. Komen-komen teman positif. Mereka turut bahagia atas kebahagiaan "status" facebooknya itu. Tapi tidak untuk saya; status itu adalah sebuah kesedihan atas kesepian yang ia rasakan karena teracuhkan oleh seseorang yang ia sayangi. Dia mencoba untuk mengatakan saya tidak apa-apa; nyatanya, dia merana.

Bolehkah saya mengulang "seandainya saja" yang saya punya sebagai nasihat kepada diri sendiri...?

Seandainya saja kita bisa lebih jujur dengan perasaan cinta kita, lebih jujur dengan apa yang sebenarnya kita rasakan.

Seandainya saja kita bisa meyakinkan diri sendiri bahwa sesungguhnya ucapan dan penilaian orang lain atas hidup kita hanyalah "sebuah penilaian", bukan sebuah penilaian yang mutlak akan kebenarannya.

Seandainya saja kita tidak terlalu picik untuk terus mengejar sebuah idealita yang sesungguhnya hanya menjadi angan dalam kehidupan nyata.



Dengarlah ucapa-ucapan mereka sebatas ucapan yang tidak akan membuat kepercayaan mu kandas.

Dengarlah hatimu dan tangkaplah bahasa waktu yang sudah memberi mu cukup bukti mana yang benar dan yang salah.

Kau tidak sendiri.

Kau terberkahi oleh dia yang kau cintai (dan akupun yakin) mencintai mu setulus hati...


Wednesday, July 6, 2011

Hurricane Season Trailer

Sebuah film yang HARUS anda tonton... tentang mimpi, hasrat, perbuatan, dan sebuah kemenangan



Saya berharap siapapun yang menonton film ini akan mendapatkan keyakinan dan kekuatan yang sama seperti yang saya rasakan. Semoga rekomendasi saya atas film ini bermanfaat.

Monday, July 4, 2011

Lima Vidio Klip dan Lirik Indonesia Terbaik Pilihan Gue ;p

NAIF Karena Kamu Cuma Satu (Official Music Video)



Sherina " Cinta Pertama dan Terakhir



Sania- ibunda




Nikita Willy - Lebih dari Indah



RAN Ft Shila - Tunjukkan Cintamu

Sunday, July 3, 2011

Apa Kabar Kawan?





menjelang 22 tahun. Lalu membalik semua kejadian yang pernah dilewati.

Orang-orang yang pernah singgah dengan senyuman, para sahabat yang berbagi waktu untuk tumbuh bersama. Kucing-kucing yang pernah menjadi penghibur ketika sunyi tidak bisa diucapkan lewat bahasa manusia. Ah... benar-benar saya ingin memastikan bahwa 'mereka' tetap ada dalam ingatan saya. Ingin memastikan bahwa mereka tetap terekam bersama kejadian-kejadian yang akan menyenangkan untuk diceritakan suatu saat nanti.

Apa kabar sahabat? belasan tahun berlalu, sekarang kalian di mana? bagaimana kabar kalian? sungguh sangat ingin menegur kalian satu persatu dan berbagi cerita dan waktu seperti dulu. Semoga kalian membaca tulisan ini...
Semoga kesempatan mengizinkan kita untuk bersua atau sekedar menyapa, syukur bila kita dapat berbagi rasa.

semoga.

1994-1995. TK Tunas Harapan Dumai Riau

Hal yang masih saya ingat di masa ini hanyalah suasana TK dengan halaman yang luas. Sangkar burung yang besar. Kalkun bersebaran di taman sekolah. Ayunan. Kuda-kuda kayu di lorong sekolah. terowongan di tengah taman. kecebong :)
Teman yang saya ingat: Rama. Cindi. Andika. Ikhsan. Bu Mira.
ternyata tidak banyak yang saya ingat :(

1995-1998 SD 03 YKPP Dumai Riau

sekolah yang cukup besar yang pernah saya masuki. setiap tingkatan kelas terdiri dari empat kelas : A, B, C dan D. di kelas dua sempat saya salah masuk kelas karena ada nama Annisa Rahma (without 'h') nama saya seharusnya Annisa Rahmah. Yang saa seharusnya masuk kelas A, karena mencari kelas dari belakang jadi saya masuk di kelas 2C dan Annisa Rahma yg tidak masuk saat itu ditukar di kelas 2A. Berterimakasih sekali saya dengan si Annisa Rahma yang mau bertukar tempat dengan saya. Karena di Kelas 2A saya bertemu dengan Bu Aan (Ibu Siahaan), wali kelas yang paling semangat mengajarkan murid2nya bernyanyi. Sosok guru yang penuh gelak tawa dan keceriaan. Kegemaran yang sering dan selalu saya ingat saat duduk di kelas 2 adalah emmandang pohon kelapa yang tertiup angin. Entah kenapa, kegiatan itu selalu berhasil mebuat saya tenang :)

Hal yang paling saya ingat disekolah ini adalah pelajaran arab melayu, dengan buku panduan-PAYUNG. Saya juga ingat masa-masa hapalan matematika tentang perkalian 1 sampai 100.

Selalu ingat pulang sekolah dengan bersepeda, melalui danau dan taman kota. Masjid yang deket sekolah kalau tidak salah masjid Muhajirin. Masjid yang cukup luas dan besar. Hhhh.... kapan ya bisa ke dumai lagi... kangeeeen


1998-2001 SD 045 Balikpapan

Kelas Tiga caturwulan 2. Dari sekolah swasta dengan fasilitas serba ada, menuju sekolah negeri kecil tengah perkampungan penduduk. Dari yang satu tingkat yang terbagi 4 kelas, kini hanya satu kelas. Bisa ditebak, dari kelas 3 sampai kelas 6, temannya ya itu-itu saja.

Masa awal yang tidak mungkin saya lupa: berantem sama doli sampai dibawa ke ruangan bu Barnitje a.k.a kepala sekolah. Berantem sama Guin (kalau yg ini saya yg salah dan keterlaluan, untungnya udah sempet baikan) Kenal sosok Asih yang mengaku punya 7 pembantu, dan macam manusia lain dengan segala bentuk rupa.

Bu Martha. Guru cantik yang sabar yang selalu bisa jadi teladan anak muridnya. Bu Ning, Guru tegas yang berhasil membuat SD kami menang SKJ berkali-kali; kangen dengan latihan sore.

Sepertinya di sini saya mulai belajar arti sahabat. Belajar untuk saling mendukung dan tetap bersama dalam segala perbedaan. TIMI TIO, nama yang terdengar bodoh, terdiri dari saya, Reni, Priska, Ulfa, Tinu, Eti.

Selalu kangen dan mengingat suara ombak, bau angin laut dan pasir pantai belakang brimob. Main Auo, main jembatan goyang, kejebur di kolam comberan... aaaa.... kangeeeen!!


2001-2003 SMP Negeri 07 Balikpapan
sosok yang paling saya ingat adalah Pak Sumarwoko. Satu-satunya guru yang membuat saya sangaaaat suka dengan matematika. Guru yang selalu membuat saya semangat mengerjakan soal-soal matematika dan yang membuat saya pernah mendapatkan nilai ulangan matematika 90 dan 100. Jauh berbeda dengan saat ini dan masa SMA. hhffhh...

Pak Suwarno, guru Bahasa Indonesia yang bercerita tentang TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJK (semoga penulisannya tidak salah)karangan HAMKA.

Teman-teman terdekat: Ika, Adita, Ayunita, Puji, Erik, Kusuma. udah nih gengnya nyontek bareng *hehehe

2003-2004 SMP Negeri 252 Jakarta Timur
Mendapat sahabat yang luar biasa menguatkan saya. Fauziah, Maya dan Alm. Imas. Selalu ingat bel listrik buatan kita. Selalu ingat sesi curhat di kamar gue. Selalu ingat saat dikejar seseorang di rumah maya... hahahaha... dan akan selalu ingat dengan panggilan "mah" dari kalian... I'm so missing you...

2004-2007 SMAN Negeri 12 Jakarta Timur
Di sini segudang cerita hadir. Yeah That's true, Senior high school time is unforgatable time in your life!! Mulai dari Vermes, OSIS, LIRA, Sweater Veliciomatic, Pensi, awawawaaaww... kenal banyak orang luar biasa,,, yang selalu hadir untuk menguatkan: Audi, Yudith, Gista, Andaru, temen-temen OSIS, Mentoring (obe, tika, ismiyati, nyunyung a.k.a nungki). Di sini mimpi yang lebih nyata mulai di susun dan diceritakan...


Teman-teman... bertahun-tahun tidak bertatap muka dan bertanya kabar, bagaimana hidup kalian? bagaimana eksekusi mimpi-mimpi kemarin? Bagaimana cerita hidup kalian sekarang? menyenangkan? atau kurang menyenangkan?

Apapun kondisi kalian, jangan pernah lupa dengan mimpi-mimpi yang pernah kita bagi...

mimpi kalian untuk menjadi dokter, menjadi pengusaha, menjadi bintang film bahkan. Sayapun selalu tersenyum ketika saya membuka buku tahunan SMA. Dengan kesotoyan tingkat tinggi saya menulis: Nanti reuni di Moncibi Hotel--hotel gue. Tapi semoga kalian aminkan. Teman-teman, saat ini saya sedang mengejar mimpi saya untuk bsa punya brand baju sendiri...





bagaimana caranya? tidak tahu. Tapi saya ingin sekali kelak orang-orang memakai baju dengan brand nama saya. Sekarang saya hanya bisa menyusun mimpi, berusaha dan memanjatkan doa. Tolong diaminkan ya teman-teman.

Kalian juga... saya doakan apapun yang kalian lakukan saat ini adalah sesuatu yang memang kalian inginkan untuk dikerjakan. Sesuatu yang membuat kalian bahagia. Sesuatu yang selalu menyemangatkan jiwa kalian... sukses selalu.

Sampai bertemu di masa depan.

Semoga cerita yang membanggakan yang kita ceritakan di saat itu. Amin






Annisa Rahmah, SH

Sunday, June 19, 2011

Allah tidak pernah bohong :)



Cerita ini sederhana, tapi mungkin akan merubah jalan pikiran kalian.

Cerita ini base on true story, pengalaman sahabat baik saya. Cerita yang semakin membuat dia dan saya tentunya percaya bahwa kami hanyalah manusia.


Tahun 2009

Di kamar tidur saya, kami berempat (bersama eka dan cita)saling melepas rindu dan cerita setelah kurang lebih dua tahun kita berpisah. Inilah alasan kenapa perempuan suka sekali menghabiskan waktu dengan mengobrol dan berkumpul. Karena saat kami berkumpul, saat nya kami belajar dan saling bertukar pengalaman. Dan di sini cerita Audi dimulai (dengan beberapa penyesuaian krn saya agak lupa kata per kata yang diucapkan oleh Audi)...


***


Lo tau ga, gimana gue sedih dan kecewa ketika gue ga bisa dapetin universitas negeri. Dua kakak gue, dua-duanya kedokteran universitas swasta yang biaya kuliahnya kalian tau sendirilah seperti apa... Awalnya gue kecewa dan marah sama Allah; kenapa sih ya Allah, padahal saya sudah berusaha sekuat tenaga, berdoa juga, tapi kenapa Kau tidak izinkan hamba meringankan keluarga hamba untuk mendapatkan universitas kedokteran negeri....

Sampai akhirnya di semester dua ini, nyokap gue nelepon gue; "Di... tahun ini adek mu masuk kuliah, kalau nanti kamu cuti dulu enggak apa-apa ya..." Yah kalian pasti tau kan maksudnya apa... mana sanggup gue jawab "enggak", gue ngertilah gimana kondisi keuangan keluarga gue.

Saat itu, gue bener-bener dalam kondisi terpuruk seterpuruknya. udah jauh dari keluarga, dan gue udah mikir apa gue bisa ngelanjutin kuliah kedokteran gue. Saat itu gue solat, sedikit menggugat Allah, kenapa cobaan ga berhenti-henti menimpa gue. Dalam doa gue, gue mohon pertolongan buat keluarga gue, dan mohon segera ditunjukan kebaikan dari semua ini, karena saat itu gue masih sangat yakin, disetiap kesulitan pasti ada kemudahan.

Akhirnya gue jalan keluar asrama mencari udara segar, dan menemukan sebuah poster mengenai lomba karya ilmiah bidang kedokteran. Iseng-iseng, gue catat informasinya dan saya mulai menyusun karya ilmiah, siapa tahu ini menjadi jalan ikhtiar gue untuk keluar dari masalah keuangan keluarga gue.

Lo tau gue bukan siswa yang terlalu pinter, tapi enggak tahu kenapa ada semangat dalam diri gue untuk menyelesaikan karya ilmiah. Saat itu gue coba berbaik sangka kepada Allah, siapa tahu di mata Allah, usaha gue masih kurang...

Selain usaha, gue juga persering solat malam dan duha... setiap gue gelisah, gue coba untuk membaca Al-Qur'an... gue yakin ada rencana Allah di balik ini semua..

Singkat cerita. Karya ilmiah gue masuk final. Dan gue mahasiswi satu-satunya yang berasal dari universitas swasta... Dekan gue datang saat itu dan sia bertanya kenapa gue enggak bilang ke pihak fakultas kalau mengikuti acara lomba ini. Alhamdulillah setelah gue jelaskan alasan gue juga tentang kesulitan keuangan keluarga gue, beliau memaklumi dan kata beliau, beliau bangga dengan pencapaian ini.

Nisa, Eka, Cita... Lo tahu apa yang gue dapet setelah itu... beberapa menit kemudian pak dekan menghampiri gue, lalu bilang ke gue : Audi... tadi Pak Rektor nelepon saya, dia bangga dan berterimakasih kepada kamu... sebagai hadiah,, kamu berhak mendapatkan beasiswa universitas, artinya kamu bebas biaya kuliah sampai kamu lulus Di...

Dan saat itu juga gue nangis... tangan gue bergetar dan secepat mungkin gue melakukan sujud syukur... Pertolongan Allah itu memang datang lewat jalan yang tidak terduga!!

SEmenjak saat itu gue yakin... Allah enggak pernah meninggalkan gue. Memang cuma Allah tempat sebaik-baiknya kita meminta Sa, Ka, cIT...

Dan kalian harus tau cerita gue tentang keajaiban "Bismillah". (Saya, Cita dan Eka semakin memasang telinga)

Waktu itu..., Audi mulai bercerita, Gue lagi mau menghadapi musim ujian... So, kita diizinan pulang beberapa hari buat nyiapin diri. Pulang ke rumah, gue ga bisa belajar sama sekali... kenapa, karena saat itu nyokap gue sakit... dua kakak gue lagi koas, adek gue 22nya sekolah, cuma gue yang bisa ngejaga dan ngerawat nyokap... bahan kuliah sama sekali belum tersentuh. Mau mulai belajar juga enggak pernah masuk. Alhamdulillah, satu hari sebelum balik ke asrama, nyokap gue sembuh, jadi gue agak tenang untuk ngikut ujian. Tapi tetep aja gue belum belajar....

Beberapa jam sebelum ujian dimulai, gue putar otak... bagaimana caranya gue cari perhatian ke Allah, daripada cari perhatian ke orang kan Sa? (gue mengangguk). Gue coba solat malam, sebelum ujian di mulai gue solat Duha,,, habis solat Duha gue mulai membaca slide kuliah... sedangkan teman-teman yang lain sudah belajar dari buku refrensi lain...

belum sempat slide gue selesaiin,,, Waktu ujian sudah datang. Waktu gue baca soalnya, gue udah enggak bisa panik... gue PASRAAH Sa, Ka, Cit!! Tangan gue sempet gemetar nulis jawaban. Mata Kuliah itu mata kuliah sakral yang banyak orang ngulang 2 atau sampai 4 kali...

Pasrah, bukan berarti nyerah... gue sudah berusaha dan gue akan berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan ujian ini, Lo tau usaha apa yang gue lakuin? (kami bertiga menggeleng masih dengan wajah terhipnotis). Setiap gue memulai menjawab dari nomor satu ke nomor yang lainnya... gue enggak pernah lupa bilang "bismillahirahmanirrahim", itu terus gue lakuin sampai kertas ujian gue terisi semua.

Sa... Eka... Cita... setelah nilai keluar, ternyata Nilai gue adalah nilai 3 tertinggi di angkatan gue!! Subhanallaaaahhh...

Lagi-lagi gue sadar bahwa Allah itu Maha Berkehendak... setelah itu banyak sih suara sinis tentang gue... mereka bilang gue pura-pura bilang enggak belajar biar dikira belum siap... padahal Demi Allah kesempatan gue belajar cuma satu hari sebelum ujian dan sehabis Duha... semuanya datang berkat pertolongan Allah...

Tapi... satu waktu gue mendapatkan semua jawaban atas keanehan dan kejanggalan gue ini... Bahwa:

Mengenai wajib seorang anak berbakti kepada orang tua, Allah berfirman di dalam surat Al-Isra’ ayat 23-24.


“Arti : Dan Rabb-mu telah memerintahkan kpd manusia janganlah ia beribadah melainkan ha kpdNya dan hendaklah beruntuk baik kpd kedua orang tua dgn sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari kedua atau kedua-dua telah berusia lanjut disisimu maka janganlah katakan kpd kedua ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya” [Al-Isra : 23]

“Arti : Dan katakanlah kpd kedua perkataan yg mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap kedua dgn penuh kasih sayg. Dan katakanlah, “Wahai Rabb-ku saygilah kedua sebagaimana kedua menyaygiku di waktu kecil” [Al-Isra : 24]

“Arti : Dan sembahlah Allah dan janganlah menyekutukanNya dgn sesuatu, dan beruntuk baiklah kpd kedua ibu bapak, kpd kaum kerabat kpd anak-anak yatim kpd orang-orang miskin, kpd tetangga yg dekat, tetangga yg jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya, sesungguh Allah tdk menyukai orang-orang yg sombong dan membanggakan dirinya” [An-Nisa : 36]

“Arti : Dan Kami perintahkan kpd manusia agar berperilaku baik kpd orang tuanya, ibu telah mengandung dalam keadaan lemah yg bertambah lemah dan menyapih dalam dua tahun, bersyukurlah kalian kpd-Ku dan kpd kedua orang tuamu. Ha kpd-Ku lah kalian kembali” [Luqman : 14]

“Arti : Dan jika kedua memaksamu mempersekutukan sesuatu dgn Aku yg tdk ada pengetahuanmu tentang Aku maka janganlah kamu mengikuti kedua dan pergaulilah kedua di dunia dgn cara yg baik dan ikuti jalan orang-orang yg kembali kpd-Ku kemudian ha kpd-Ku lah kembalimu maka Aku kabarkan kpdmu apa yg kamu kerjakan” [Luqman : 15]


Yang intinya:

Allah berjanji akan memuliakan umatNya yang memuliakan kedua orangtuaNya, Sesungguhnya Allah pasti menepati janjinya. SEbaik-baiknya tempat meminta adalah Allah SWT. Ingat dan pahami itu Kawan! :)


PS: Audi selalu jadi sahabat, saudara yang selalu menginspirasi hidup saya