Friday, November 9, 2012

Terimakasih :)

9 November 2012.




Sepucuk surat dengan sebuah perasaan di dalamnya, beralamat namaku.

Engkau bilang ini balasan atas puisiku yang sesungguhnya entah kualamatkan kemana...

Hai Tuan yang menulis pesan,

terimakasih telah kau kabarkan bunga yang telah tumbuh di hatimu atas namaku,

terimakasih telah kau satukan rasa ragu dan rindumu dalam sepucuk puisi yang kau alamatkan untukku,

terimakasih telah menuliskan itu semua untukku...

Terimakasih.

Tapi seperti yang kau bilang, bahwa kau paham segala rasionalitasku yang terkadang irasional; ternyata butuh kesabaran seratus kali lipat untuk menemukan apa mauku.


Aku adalah wanita yang percaya dengan misteri waktu.
Aku bukan wanita yang suka menebak-nebak.
Membiarkannya menjadi misteri lebih bijak daripada sekedar menebak.

Bukan wanita yang terlalu suka menari-nari dengan angan masa depan.
Masa depan tidak menjadi lebih penting dari saat ini, karena mungkin saja besok aku mati.

Aku hidup dengan ragu, dan terkadang aku gagu untuk mengungkapkannya.
Tapi itu aku, dengan segala kerumitan yang terkadang aku pun tak tahu bagaimana mengurainya.

Maaf bila kerumitanku menangguhkan egoku.

Mungkin saat ini aku ingin merangkul dan berbaikan dulu dengan waktu serta masa lalu,

Aku hanya tak ingin menyakiti siapa-siapa (lagi), selain aku.




Thursday, November 8, 2012

Kau, bukan siapa?



Perkenalkan, aku bukan Bunga.

Aku tidak memiliki kelopak yang indah,

Tidak mempunyai putik yang anggun,

Tidak mempunyai nektar yang manis untuk kau hisap.


Perkenalkan, aku bukan Bulan.

Aku tidak memiliki cahaya yang sendu,

Tidak memiliki kemanpuan menyampaikan rindu,

Tidak memiliki keahlian untuk merajuk rayu dirimu yang gagu.


Perkenalkan, aku bukan Lautan.

Aku tidak mudah menguap bila terkena sinar

Tidak menjadi muara dari banyak sungai

Tidak menjadi tempat yang mudah untuk kapalmu berlayar.


LALU,


Kalau aku boleh tahu, Kau BUKAN siapa?


Tuesday, November 6, 2012

Puisi Untuk Tuan yang Entah Di Mana




Aku hanya ingin kau tau bahwa aku menunggu mu...
Dengan sendiri yang setia menemani,
dengan sepi yang sering menjenguk atau bahkan menghampiri.

Aku hanya ingin kau tau aku menunggu mu...
Seperti menghitung tetes air di musim penghujan,
seperti menemukan jalan dalam belantara hutan.

Aku hanya ingin kau tau aku menunggu mu...
Sambil bercerita cinta kepada diri sendiri,
sambil bernyanyi bersama rindu yang sunyi.

Aku hanya ingin kau tau aku menunggu mu...
Dengan tetap menyalakan radar di hati,
dengan tetap mengukir senyum walau sulit setengah mati.


Seperti apa dirimu, aku tak tahu.
Tapi mungkin benar, aku telah jatuh cinta kepada mu bahkan sebelum kau menemukan aku.

Bagaimana kau bisa membuatku menunggumu? bagaimana kau bisa membuatku mengabaikan mawar-mawar yang datang silih berganti untuk ku?

Bagaimana kau bisa membuatku terus terpaku menunggu semu dan bayangmu ada di depan ku?

Apakah aku harus bertahan, wahai tuan yang entah dimana?

Apakah radar hatiku rusak hingga aku belum mampu menemukan mu hingga detik ini?

Apakah kau memang ada untukku?

Bisakah kau tahu puisi ini untuk mu?

Jika iya. Balaslah. Dan mungkin aku akan membacanya dan tahu bahwa sesungguhnya kau telah menemukanku.

MUNGKIN


Mungkin;




mungkin aku akan terjatuh, atau mungkin aku akan belajar bagaimana caranya bangkit;

mungkin aku akan terluka, atau mungkin aku akan belajar untuk menjadi lebih kuat;

mungkin aku akan menangis, atau mungkin aku akan belajar untuk mengalah kepada ego ketika aku merasa kalah;

mungkin aku akan miskin, atau mungkin aku akan belajar tentang bersyukur dengan seberapapun yang ku punya.


Mungkin,

Mungkin aku salah mengambil keputusan ini, tapi setidaknya aku memutuskan suatu hal untuk hidupku. Ketika itu salah, yasudah. Bukankah kesalahan membantu kita untuk mendefinisikan sebuah kebenaran?

Mungkin mereka akan menertawakanku dari belakang karena mengambil jalan yang tidak seperti mereka pilih. Ketika aku tersesat, yasudah. Setidaknya aku akan belajar bagaimana mencari jalan pulang. Hal yang perlu kalian ingat, ketersesatanku akan memberikan kesempatan untuk melihat pemandangan yang tidak akan pernah kalian lihat.


Jadi... apa yang harus ditakuti dari sebuah "kemungkinan"?

Kalau kau tidak cukup berani membicarakan kemungkinan terburuk, maka kemungkinan terbaik masih akan selalu menjadi milikmu...


Mungkin kau akan menjadi manusia yang paling bersinar di antara manusia lainnya.

Mungkin kau akan menjadi manusia yang paling bahagia karena bisa melakukan apa yang kau sukai.

Mungkin kau akan menjadi manusia yang paling kaya karena cinta dan keikhlasan yang kau punya.


Mungkin...



Kemungkinan apapun itu akan selalu menjadi milik kita kawan!

Percayalah dengan semua kemungkinan baik yang kita miliki.

Tuhan tidak butuh apa-apa untuk mewujudkan mimpi baik kita.


Tuhan hanya ingin kita percaya.



itu saja.




Monday, October 22, 2012

Mungkin CINTA memang harus diBATASi

Dulu, seorang sahabat pernah mengatakan pada saya:


"Kita tidak akan bisa untuk menyenangkan semua orang, Nisa. Dan kamu seharusnya tidak perlu menangis sendirian untuk itu. Sebaik apapun kita melakukan suatu hal, pasti akan selalu ada yang menganggapnya baik dan juga buruk. Cukup berusaha sekuat tenaga. Itulah yang terbaik"


Ucapan itu terlalu dalam untuk saya lupakan. Semacam arah yang menunjukan jalan kemana saya harus memperbaiki diri. Saya lahir dengan banyak cinta. Keluarga, teman, tetangga bahkan dari hewan peliharaan. Hidup saya diberkahi dengan banyak cinta. Kemudian banyak orang yang datang dan pergi dari hidup saya, membuat saya paham bahwa tidak semua orang memiliki keberuntungan seperti saya; saya bertemu dengan manusia yang tidak memiliki keluarga yang hangat, saya bertemu dengan manusia yang tidak memiliki teman yang jujur, saya bertemu dengan manusia yang tidak memiliki cukup banyak teman untuk berbagi, dan itu semua membuat saya berpikir: bisakah saya menjadi sedikit pengisi dari ketidakpunyaan yang mereka miliki?

Saya hanya ingin (setidaknya) mereka merasakan seperti apa yang saya rasakan walaupun sebentar. Saya ingin menjadi Pendengar dari semua cerita sepi yang mungkin memang lebih baik untuk dibagi. Saya ingin menjadi Pembuka jalan atas kebuntuan yang mungkin memang sulit untuk dinyatakan. Tanpa saya sadar, saya menjadi naif; saya ingin membahagiakan semua orang--yang pada akhirnya saya sadar itu hanyalah utopia angan dan hati saya.


[Ny-lon 'When you Love Someone' (Lifelike remix). October 8, 2012
soletopia.com]

Manusia itu harus memiliki ketegasan hati. Ingin mencintai semua orang hanyalah akan menjadi ketidaktegasan dalam mencintai siapapun. Mencintai itu butuh keutuhan. Tapi... apakah keinginan untuk mencintai itu terlalu "remang" untuk diwujudkan?

Saya tidak tahu kenapa saya begitu yakin bahwa semua manusia adalah baik. Bahwa semua manusia adalah pintar. Bahwa semua manusia berhak atas hidup yang bahagia. Bahwa semua manusia sesungguhnya punya alasan yang pantas didengar ketika ia berbuat salah. Bahwa semua manusia pantas untuk dicintai dan mencintai.

[Alone in the Crowd by ~Yasir82 on deviantART yasir82.deviantart.com ]

Saya tidak tahu kenapa tiba-tiba saja ingin menulis hal ini.
Yang saya tahu, tulisan ini seperti rindu dengan sahabat yang sering menasihati saya kala saya memilih menyerah dengan air mata.

Saat ini yang bisa saya lakukan hanya mengingat-ingat kembali nasihat mereka.

Malam ini yang saya tahu bahwa saya ingin mencintai sebanyak mungkin manusia yang saya temui.

Tidak semua.

Karena itu pasti tidak mungkin. Tapi sebanyak mungkin. Masih Mungkinkan?

Tuesday, August 28, 2012

SURAT CINTA





Lewat masa yang membentuk kenangan, aku menyapa mu dalam harapan

Lewat senggang yang kumiliki, aku sering menghadirkanmu dalam mimpi

Lewat celah bayang-bayang semu, aku sering menciptakan wujudmu

Lewat kata yang tak sanggup aku ucapkanlah, aku menulis mu dan mewujudkan mu dalam cerita dongeng; Kadang aku menciptakan peri yang hanya dengan menggoyangkan tongkatnya untuk mengabulkan permintaanku. Kadang aku ciptakan ribuan mawar yang ku khayalkan tertuju padaku. Dan itu darimu.

Menulis tanpa lagu itu hanya akan membuat hati dan otakku gagu. Irama kehadiranmulah yang membuat kata-kata menari lincah keluar dari jemariku. Nada yang kau dentingkanlah yang menyusun cerita indah untukku.

Inspirasi. Mungkin lewatmu aku mampu mendefinisikan apa itu inspirasi.

Aku di sini menunggu.

Menebak-nebak, hampir di titik sekarat membayangkan kehadiranmu.

Berpikir keras lewat jalan mana kau datang menghampiriku.

Ada ratusan surat cinta ku tulis untukmu. Entah sampai atau tidak ke hatimu.

Jangan menuntutku untuk melakukan lebih dari ini! Karena aku tak pernah tau kemana harus ku alamatkan rindu ini kepadamu...


Surat cinta--yang tak tau harus ku alamatkan kemana.